Satir. Ya,
satir, sebuah dinding pemisah dari kelompok siswa dengan siswi. Tiba-tiba saja
aku ingat, setelah lama tertimbun dalam karat ingatan yang menebal
berlapis-lapis.Maklum, memori satir sudah tergilas oleh 20 tahunlamanya. Kala itu aku masih memegang kukuh
janji seorang santri untuk tetap menaati aturan-aturan dalam pondok, mengagungkan
dawuh kyai dan bersabar dalam antrian
panjang kala wudlu, ambil makan, cuci piring dan mandi.
Mungkin
satir adalah penutup yang dimaknakan pengendalian diri terhadap keinginan untuk
berlama-lamamenatap lawan jenis. Dengan
kebiasaan mata fisik diharapkan mata
hati juga terkendali. Pasalnya adalah : cinta, benci, pesonadan berbagai gelombang emosi bisatimbul karenaberawal dari mata, baru turun ke hati. Maka wajar jika langkah awal
adalah mengendalikan pandangan. Dengan begitu anggota tubuh yang lain akan
mengikuti. Ini hanya tafsiran
asal-asalan dariku, mohon pencerahan dari temen-teman yang lebih tahu. Walau
satir seringkali berlobang sana sini tetapimakna satir tak lekang oleh waktu, minimal dalam ingatanku.
Terbayang
satir yang berlobang kecil, hanya cukup untuk satu mata buat menatap sasaran
intipdi seberang sana. Sehabis
mengintip, untuk menutup dosa-dosa mata,biasanya mereka menutup lobang dengan gumpalan kertas. Seperti tak
pernah mengintip, seakan tak pernah tergoda oleh wajah-wajah di seberang sana. J
Lebih dari delapan
puluh persen pembelajaran di sekolah mementingkan aspek rasionalitasyang berisi hafalan , pemahaman konseprumus- rumus dan penguasaan bahasa asing,
namun kering urusan moral , seni , budaya.Setiap hari anak
dijejali dengan materi tersebut tanpa tahu kapan teori- teori itu akan
digunakan. Padahal sesungguhnyadi dalam
hidupbermasyarakat hanya sekitar 10 %
saja ilmu atau teori itu dipakai,selebihnya yang digunakan dalam bergaul di masyarakatadalah moral danahklaq.
Tidak kita pungkiri bahwa
untuk mengejar ketinggalan dalam bidang tehnologi dan informasi memang sangat
penting memacu pengetahuan siswa dalam bidang iptek. Tetapi bukan berarti harus
melupakan sisi budaya . Bukan berarti menyisihkan ajaran norma, budaya dan
perilaku yang baik sebagai individu yang hidup di masayarakat.
Kalau para pemerhati pendidikan
mengatakan bahwajebolan sekolah
kebanyakanhanya bisa memamerkankepintarannya dalam berbagai lomba olimpiade
sains di negeri sendiri atau di negara tetangga, itu sangat menyedihkan.Semogakritik yang dihujamkan ke dunia pendidikan berkali kali oleh berbagai
pihakbisameberikan masukan yangpada akirnya bisamencerahkansistemkependidikan Indonesia .
Menurut para pakar pendidikan orientasi pendidikan saat ini mengacu kepada
hasil, sehingga indikator keberhasilan diukur dariapa yang telah dicapai.Lebih mengedepankan formalitas daripada
kualitas. Untuk melihat apakah sebuah madrasahbermutu atau tidak kita dipersilahkanuntuk melihat sederetan nilai Ujian Nasional para lulusannya. Entah
nilai itu diperoleh dengan menyontek atau benar benar benar murni hasil kerja
siswa itu tidak penting. Sehingga lahirlah sarjana yang bertitel mentereng
tetapi berkualitas kurang memuaskan kendati dalam ijasahnya tertulis “lulus
dengan sangat memuaskan.” Kiblat pendidikan selama bertahun tahun telah bergeser
dari kultur Asia ( Cina ) yang mengedepankan proses belajarmenjadi ke arah Amerika Serikat yang hanya
mematok hasil .
Gedung mewah beringkat dengan
fasilitas berbasis tehnologi dengan tujuan utama mencetak para generasi yang
tidakgagap teknologiternyatacenderung menjauhkan siswa dari akar budayanya sendiri. Belum lagi
pekerjaan rumah (PR) yang menggunung membuat generasi masa kini perlahan
dijauhkan dari masyarakat dimana dia tinggal. Kurang waktu untuk berkomunikasi
dengan keluarga, tetangga, famili juga berinteraksi dengan alam se kitar.
Didogma bahwa tehnologi adalah segalanyasedang moralitas, budaya, seni dan religiusitas adalah urusan
selanjutnya. Penyair WS rendra menggambarkannya dengan tepat sekali lewat sajak seonggok jagung, yang mengisahkan
seonggok jagung yang tergeletak di sudut kamar. Seorang pemuda yang meringkuk
di kamar dengan titel yang mentereng dari bangku kuliah tapisama sekali tak bisa berbuat banyak bagi
dirinya . Ia hanya jadi seonggok jagung yang diam. Berberda dengan pemudayang bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat
bagi dirinya dan masyarakat yang diibaratkan jagung yang ditanam petani,
dipanen lalu ditumbuh dijadikan makanan.
Kalau pendidikan hanya
mengutamakan pengolahan pikiran yang logisakan mencetak robot robot yang bekerja dan berpola pikir seperti mesin.
Tak punya perasaan dan hati.Tak ada
empati terhadap sesama. Dunia yang sudah terlalu sesak dengan mesin apa akan
ditambahi lagi dengan robot manusia robot ?
Melalui Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) yang merupakan kurikulum yang dirancang untuk mengembalikan
anak didik pada tempatnya berpijak dengan menjunjung kearifan lokal sebagai
barometer pendidikan, jelas pemerintah ingin memperbaiki lulusan madrasah. Agar
tidak menghasilkan robot manusia tetapi dapat menghasilkan manusia yangmemiliki akar budaya yang kuat , kususnya
budaya setempat.
Sebenarnya
seberapa besar artipenting budaya bagi
sebuah generasi bisa kita tengok kembali dalam sejarah ribun tahun yang
lalu.Bangsa bangsa di sekitar Timur
tengah , jazirah India,Tibet,Mongolia dan Cina memiliki ajaran filsafat
yang mendalam sehingga mereka tumbuhmenjadi bangsa yang kuat. Kita sebenarnya juga memiliki filsafat
pemikiran yang mendalam , budaya yang sangat agung dan indah, bedanya kita
menyepelekannya danmereka
mengaplikasikannya dalam kehidupan. Hasilnya kita makin tertinggal dalam
keterpurukan sebaliknya mereka tetap eksis menghadapi dampak globalisasi
industri, ekonomi dan juga tehnologi. Bisa kita lihat Jepang yang memegangerat budayanya mampu menjadi pionir
tehnologi, produknya luber di belahan bumi manapun,begitu juga Cina yang terkenal dengan harga
barang- barangnya yang sangat murah.Industri Jepang mengkombinasikan prinsip manajemen modern dengan
kebiasaan kebiasaan positif budaya timur. Akoi Morita, presiden direktur Sony
pernah mengemukakan bahwa misi penting dari manajemen di Jepang adalah
membentuk hubungan yang sehat dengan pegawai, membina rasa kekeluargaan,
senasib dan sepenanggungan. Bukankah sebenarnya kita punya filsafat kehidupan
yang indah ini dalam gotong royong, tepo
selira, rasa pakewuh, aja dumeh dan masih banyak lagi filsafat yang lain
?Mengapa kita lebih percaya pada
sistem kapitalis yang diusung dari barat yang tentu tidak cocok dengan masyarakat
kita ? Sehingga kesejahteraan buruh terabaikan yang berimbas pada hancurnya
perindustrian. Dalam western rasa senasip dan saling berbagi anatara bawahan
dengan atasan tidak adalagi, posisi
mitra berganti dengan posisi antara pelayan dengan majikan.
Mendidik
masyarakat melalui budaya sudah dicontohkan oleh Sunan Kalijaga dengan sangat
baik. Beliau memungut lokal genus
yang ada pada masa masyarakat Jawa yang sangat akrab dengan kisah kisah yang
berlatar belakang agama Hindu yakni Mahabarata. Lalumemberikan sentuhan yang islami sehingga tak
terasa nilai nilai islam merasuk dalam jiwa masyarakat melalui mediawayang. Berbagai karakter manusia berserta
lakon yang diperankannya merupakan cerminan dari kehidupan manusia sehari hari,
maka wayang sangat sesuai untuk generasi muda yang sedang berusaha menemukan
siapa dirinya. Yang sering disebut pencarian jati diri, walau sebenarnya jati
diri tidak perlu dicari karena potensi pengembangan kepribadian sudah ada dalam
masing masing individu.
Intuisi adalah pengetahuan langsung dan cepat tentang sesuatu tanpa
menggunakan rasio danalat alat indera.
Oleh para filosof intuisi telah dianggap sumber pengetahuan yang benar dan
pasti. Berbeda dengan ilmu pengetahuan
yang melalui tahapan berfikir ilmiah seperti perumusan masalah,eksperimen,hipotesa,dan kesimpulan serta
lahirnya suatu teori, intuisimemberdayakan kemampuan yang berasal dari
dalam diri manusia. Sehingga seorang akan
mampu melihat kejadian yang tak tertangkap
oleh kelima inderanya, maka intuisi
sering disebut indera ke -enam. Dengan
intuisi manusia mampu melihat segala hal yang tidak dapat dilihat oleh mata kepalanya
dengan mata batinnya.
Di barat intuisi yang pada waktu pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan belum diakui
kebenarannya , maka setelah berbagaieksperimen dalam ilmu pengetahuan
mengalami ketidak konsistenan hasil dari proses pemikiran rasio , maka intuisi mulai dilirik para ilmuwan.
Padahal pada saat itu dunia timur telah lebih dulu menaruh kepercayaan pada intiutif. Bahkan intuisi merupakan memiliki banyak
kelebihan dibandingkan pemikiran berdasarkan rasio. Daintaranya, intuisi tidak membutuhkan banyak
waktu dalam mengetahui atau memutuskan suatu masalah. Jika dalam pemikiran rasio harus melalui
berbagai tahapan proses yang melelahkan seperti dasar teori, eksperimen, analisa , kesimpulan dan
perbandingan dengan teori atau hukum
yang telah ada, maka dalam intuisi tahap -tahap itu bisa dilalui hanya dalam
waktu yang singkat. Sebab seseorang yang telah dikaruniai kemampuan
intuisitidak perlu menjalani proses pembelajaran
tetapi justeru ia diberikan kefahaman
langsung dari Tuhan. Karena itu intuisi
juga sering disebut sebagai ilham,suatu
pengetahuan yang diberikan kepada manusia tertentu yang bukan nabi. Jika wahyu diberikan kepada para Nabi, karamah kepada wali Allah maka intuisi
adalah ilham yang diberikan kepada manusia awam.
Begitu besar kekuatan intuisi sehingga para ilmuwan dan praktisi di
berbagai bidang berupaya untuk melatih dirinya sehinggamempunyai kemampuan untuk manangkap intuisi.
Terbukti intuisi dapat menyelesaikan masalah yang kelihatannya sangat sulit
dipecahkan dalam berbagai jalinan sosial antar orang perorang. Dalam bidang
bisnis intuisi sering dipakai untuk memberikan keyakinan pada diri sendiri
dalam langkah langkah menjalankan bisnis. Sehingga intuisi dapat memberikan keuntungan
secara materiyang berlipat lipat. Karena
intuisi dapat menuntun langkah- langkah dalam meniti keberhasilan.
Bagaimana intuisi bekerja ?
Intuisi merupakan mekanisme yang ada
dalam tubuh kita yang bisa mengantarkan pada semangat, hasrat dan kebahagiaan yang hakiki, karena
intuisi dipandu oleh kekuatan murni dari jiwa . Karena itu jawaban oleh intuisi
sering datang ke dalam pertanyaan- pertanyaan hidup lewat refleksi diri. Pada
sebagian kecil orangsejak lahir telah
dikaruniai kepekaan untuk mengenal dan mendengarkan suara intuisi yang ada
dalam dirinya, tetapi selebihnya adalah orang orang yang perlu belajar dan
melatih dirinya untuk mengenal intuisi.
Doa dan meditasi adalah cara untuk mengurangi
kecepatan dan kegiatan otak ,agar kita
mampumendengarkan suara hening dari
dalam diri. Yang harus kita tahu bahwa aktivitas shalat merupakan bentuk ibadah
yang mengandung unsur penyembahan, meditasi dan doa.Jawaban jawaban intuisi tidak selalu masuk begitu saja dalam pikiran
dalam bentuk yang utuh pada saat berdoa atau meditasi. Mungkin kita
menemukannya berkembang secara perlahan di dalam kesadaran kita selama beberapa
hari atau beberapa minnggu setelah kita berdoa.
Seperti yang diuraikan oleh Lynn A Robinson, M.Ed dalam bukunya tentang bagimana
cara menemukan intuisi dalam diri kita, maka intuisi lebih banyak diperoleh
oleh orang yang dapat menciptakan self
talk yang positif. Jadi bagaimana
seseorang bisa memotivasi dirinya sendiri melalui kata kata yang hangat penuh
harapan. Bukan kecurigaan yang kelam tentang hari yang akan dilaluinya. Ini berarti intuisi bisa bangkit jika kita bersikap
baik sangka terhadap Tuhan. Bagimana Tuhan akan memberi sesuatu yang kita
inginkan bila dalam hati kita tidak ada gambaran tentang berhasilnya keinginan
tersebut? Inilah diantaranya unsur dalam doa, yakni berani memberi harapan atau
menggambarkan keinginan yang kita minta dalam alam pikiran kita, baru Allah akan mengabulkan. Jadi doa bukan sekedar
ucapan yang berhenti di bibir, tetapi merupakan kesatuan hasrat, kemauan,
pengharapan dan tujuan tujuan yang jelas tergambar dalam pikiran dan hati kita.
Lynn A Robinson menulis bahwa kita sebaiknya memikirkan dan mendeskrepsikan
dengan jelas seperti apa kehidupan yang kita inginkan nantinya. Kalau perlu
buat gambar dan gunting gambar dari majalah yang melukiskan kehidupan yang
ingin kita ciptakan. Cara ini juga
banyak dianjurkan dan dipakai oleh para
motivator dalam bidang apapun. Bisnis, pendidikan, spiritual ataupun politik. Kekuatan
hati dan pikiran kita akan menuntun pada lukisan yang kita buat hingga harapan
itu tercapai.
Sikap baik sangka akan hadir bila kita telah memahami bahwa Allah itu maha
Pengasih. Artinya segala nikmat yang telah kita terima lahir dari sifat rahim
Allah. Kerap kali kita menghitung kemalangan denganmesin hitung tetapi saat
menghitung kenikmatan kita hanya menggunakan jari. Rasa syukur yang kita miliki
menjadi bekal timbulnya harapan harapan yang baru. Ibarat benih, syaukur akan
tumbuh menjadi pohon, dahan dan daun syukur atas nikmat nikmat yang datang
berikutnya. Setelah pohon syukur bersemi semakin lempanglah jalan menuju keinginan
dan terkabulnya doa doa kita. Riset menunjukkan bahwa orang orang yang paling
berbahagia adalah orang yang bersyukur dan berterimakasih dengan semua yang
mereka miliki. Apapun kondisi mereka. Jadi kita tak perlu menunda bersyukur
hingga keinginan terpenuhi, tetapi nikmati proses pemberian dari Tuhan dengan
rasa syukur setiap saat.
Sir Isaac Newton telah berulangkali memikirkan tentang kemungkinan adanya
gaya dan massa benda bumi, tetapi ia
baru menemukannya ketika buah apel yang jatuh dari pohon menimpanya saat
bersantai di kebun. Mengapa bukan pada saat ia memikirkan dan melakukan
berbagai eksperimen ? itulah intuisi, ia datang justeru pada saat otak dalam
kondisi tenang dan santai. Ketika itu
jalinan pemikiran yang telah dilakukannya sekian lama baru membentuk satu kesimpulan ketika intuis
menyentuh ranah kefahaman terhadap satu pengetahuan.Tak terfikir sebelumnya ia akan menemukan ide
itu , yang menjadi sumber pengetahuan bagi generasi selanjutnya selama bertahun
tahun kemudian. Penggagas minuman dalam
kemasan yang sekarang bermerek Aqua
adalah sosok yang dulu dianggap kurang kerjaan karena mengemas air putih dalam
kemasan dan dijual pada banyak orang . ”Siapa
yang mau minum air putih dalam botol . Tak mungkin ada orang yang mau
membelinya .”Itu pendapat sinis pada saat perintis itu memulai usahanya. Setelah bertahun tahun
akhirnya air minum dalam kemasan itu menjadi
bisnis yang besar dan banyak ditiru oleh pengusaha yang lain. Intuisi bekerja
melampaui pemikiran logis ,melewati
jarak dan waktu.
Hutang
dan Pegawai Negeri Sipil tidak dapat
dipisahkan. Seperti api dan panasnya, seperti sungai dan alirannya, begitu
canda seorang teman yang kadung kejerat hutang.Di mana ada SK PNS maka sudah dapat dipastikan akan dititipkan di bank
karena tak kerasan di rumah si pemilik.Inilah kenyataan , karenamemang
kurang memadainya gaji PNS , sehingga harus
ditutup dengan pinjaman agar semua kebutuhan tercukupi. Ditambah iming iming kemudahan
berhutang yang ditawarkan oleh bank dan agen agen penjualan , maka berhutang
kemudian menjadi gaya hidup seorang PNS.
Ada
yang bilang hutang membuat tidak tenang
, tetapi ada juga yang sudah telanjur banyak berhutang sehingga ia menghibur
dirinya dengan bilang bahwa tanpa hutang hidup tidak akan bersemangat. Tak ada
yang buruk dari hutang karena Nabipun pernah berhutang dan bahkan menjelang wafatnya
baju perangnya masih tergadai pada orang
Yahudi. Yang menjadi masalah adalah jika hutang itu membebani dan membuat hidup
tak lagi nyaman . Tanpa menyakiti orang atau berbuat kejahatan seseorang bisa saja
membuat dirinya masuk “penjara” hidup dengan banyak menumpuk hutang sehingga
kesulitan mengembalikan.Malam tidak
dapat tidur dan siang takut bertemu orang.
Maka
agar tak terperosok dalam penjara, setiap PNS perlu mengetahui dan
mempraktekkan manajemen keuangannya. Dimana tujuannyasebenarnya sederhana saja, yaknimengefektifkan pengeluaran seefisien mungkin
sehingga penghasilan yang ada cukup untuk membuat hidup sejahtera dan terbebas
dari jerat hutang. Ada empat hal dalam
mamajemen keuangan yang sebaiknya diperhatikan :
Menginvestaris
/ membuat neraca pendapatan dan pengeluaran,
Pola hidup yang tidak terbawa arus konsumtif
Memberikan
hak fakir miskin .
Melek
terhadap investasi jangka panjang untuk menambah penghasilan.
Menginventarisir
jumlah pendapatan dan pengeluaran berguna untuk melihat dengan jelas apa saja
pos pos pengeluaran yang menjadi kebutuhan seorang PNS setiap bulan dan berapa
sumber pendapatanya . Dari pendapatan
yang bersal dari gaji dan usaha sampingan lainnya laludibandingkan dengan kolom pengeluaran , akan
kita dapati gambaran kekuatan keuangan secara obyektif.
Selanjutnya
ketika dana telah digunakan maka akan tampaklah kesehatan keuangan. Jika sebuah
perusahaan punya ukuran untuk menyatakan
apakah perusahaan itu sehat atau tidak
maka demikian juga keuangan seorang PNS. Ukuran sederhana sehat tidaknya keuangan
dapat dilihat dari prosentaselikuiditas
( kemampuan membayar hutang jangka
pendek) , solvabilitas(kemampuan membayar hutang jangka panjang )
dan rentabilitas( kemampuan menabung
dan melakukan investasi).
Mengapa
rencana anggaran rumah tanggayang sudah tersususun rapi di atas kertas sering tidak dapat
dilaksanakan ? Jawabanya tentu saja karena banyak kebutuhan yang tak terduga tiba
tiba nongol. Inilah saatnya kesabaran kita diuji.Jangan mainkan perasaan jika tak ingin jatuh
dalam “pasak lebih besar daripada tiang”. Hanya rasio yang boleh kita gunakan
saat berhubungan dengan pengeluaran anggaran. Mana saja pengeluaran yang penting, kurang
penting, tidak penting dan pengeluaran yang dapat ditunda. Yang terpenting,
enyahkan perasaan dalam meneliti anggaran . Di sinilah sebenarnya ruh dari
manajeman keuangan. Apakah kita bisa mengerem keinginan untuk tidak membeli
baju baru , misalnya. Yang sebenarnya bisa kita tunda atau nekat membelinya
demi gengsi dan terseret dalam hidup yang terlalu komsumtif. Tujuan dari
penyusunan anggaran tak lain adalah untuk membantu kita dalam menyeimbangkan
kondisi keuangan yang nyata dengan keinginan- keinginan yang lebih condong pada
pemborosan.
Hampir
setiap orang beranggapan bahwa gaji yang dibawa pulang boleh dibelanjakan
sepenuhnya pada bulan itu juga, atau bahkan dalam detik itu juga. Padahal sebenarnya rizki yang
diterimanya itu, di dalamnya ada hak dan
kewajiban yang harus dipenuhi sehingga tercipta apa yang disebut efisien
anggaran. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Yusuf tatkala mengetahui bahwa di
negerinya akan terjadi paceklik selama tujuh tahun berturut turut. Dengan
ketelitian dan kesabaran beliau menciptakan pola hidup hemat dan menyisihkan
sebagian gandum hasil panen untuk disimpan sebagai tabungan bahan makanan.
Sehingga ketika masa paceklik yang ditakutkan itu datang rakyat tidak
kelaparan. Jadi dalam gaji hari ini, ada kewajiban pokok yang harus dibayar
berupa hutang, kredit , zakat, infak atau shodaqoh rutin. Setelah itu barulah
gaji dapat dibagi dalam pos pos kebutuhan makan, transportasi, perlindungan
kesehatan dan cadangan. Jika kita berniatuntuk menabung maka jangan ambil
akir bulan. Hari itu juga ketika amplop gaji baru diterima , ambil sekalian untuk ditabung, karena
seberapapun uang yang kita pegang niscaya tak kantersisanantinya.
Kendati
mengutamakanrasio dalam penggunaan uang bukan berarti kita
menjadikikir. Kewajiban untuk
mensucikan harta lewat zaat, infak atau shodaqoh harus kita masukkan dalam
kewajiban rutinyang segera akan
dilaksanakan begitu gaji diterima.Secara psikologis ini mendisiplinkan kita agar tak menunda- nunda zakat
untuk segera diberikan pada golongan yang berhak menerima. Karena seringkali
banyaknya uang dan penundaan membuat pemilik hartamerasa sayang untuk mengeluarkan zakat. Inilah yang
disebutkan dalam Al Quran sebagai , “orang yang suka menghitung
hitung.”Sehinggakarena hitungannya yang terlalu njelimet maka mereka tidak jadi
mengeluarkan zakat.
Kesadaran
akan kekuatan keuangan akan menggiring pada pemikiran untukmelakukan usaha gunamenambah penghasilan. Sehingga ia mempunyai
tujuan jangka panjang yang dicita citakan. Tak masalah apakah ia akan menggunakan jasa
bank ( dengan meminjam) untuk memaksa dirinya berinvestasi ataukah menyimpan
tabungan itu dari sedikit demi sedikit setiap bulan dan memakainya jika telah
tersedia dana yang dirasa cukup. Islam sangat menghargai orang yang
membelanjakan hartanya secara efesien , diantaranya dengan menggunakannya untuk
memajukan ekonomi dirinya sendiri, keluarga atau mungkin masyarakat sekitar.
Dan jelas bahwa gaya hidup konsumtif yang hanya mementingkan kebutuhan sesaat
sangat tidak disukai Islam karena termasuk bertindak mubadzir dan melamapaui
batas .Memang tidak mudah untuk memulai
sebuah usaha guna menarik rizki. Tetapi penerimaan
gaji PNS yang tetap memberi peluang yang
baik untuk merencanakan dan mengatur wirausaha yang akan dijalankan. Minimal,
inilebih mudah dibandingkan dengan
pekerja yang berpendapatan tidak tetap setiap bulannya.