Senin, 26 Desember 2011

MENGAKSES INTUISI, MENAGKAP ILHAM


Intuisi adalah pengetahuan langsung dan cepat tentang sesuatu tanpa menggunakan rasio dan  alat alat indera. Oleh para filosof intuisi telah dianggap sumber pengetahuan yang benar dan pasti.  Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang melalui tahapan berfikir ilmiah seperti perumusan masalah,   eksperimen,  hipotesa,  dan kesimpulan serta lahirnya suatu teori, intuisi   memberdayakan kemampuan yang berasal dari dalam diri manusia.  Sehingga seorang akan   mampu melihat kejadian yang tak tertangkap oleh kelima inderanya,  maka intuisi sering disebut indera ke -enam.  Dengan intuisi manusia mampu melihat segala hal yang tidak dapat dilihat oleh mata kepalanya dengan mata batinnya.

Di barat intuisi yang pada waktu pesatnya  perkembangan ilmu pengetahuan belum diakui kebenarannya , maka setelah berbagai  eksperimen  dalam ilmu pengetahuan mengalami ketidak konsistenan hasil dari proses pemikiran rasio ,  maka intuisi mulai dilirik para ilmuwan. Padahal pada saat itu dunia timur telah lebih dulu  menaruh kepercayaan pada intiutif.  Bahkan intuisi merupakan memiliki banyak kelebihan dibandingkan pemikiran berdasarkan rasio.  Daintaranya, intuisi tidak membutuhkan banyak waktu dalam mengetahui atau memutuskan suatu masalah.  Jika dalam pemikiran rasio harus melalui berbagai tahapan proses yang melelahkan seperti dasar teori,  eksperimen, analisa , kesimpulan dan perbandingan dengan teori atau  hukum yang telah ada,  maka dalam intuisi  tahap -tahap itu bisa dilalui hanya dalam waktu yang singkat. Sebab seseorang yang telah dikaruniai kemampuan intuisi   tidak perlu menjalani proses pembelajaran tetapi justeru ia  diberikan kefahaman langsung dari Tuhan.  Karena itu intuisi juga sering disebut sebagai ilham,  suatu pengetahuan yang diberikan kepada manusia tertentu yang bukan nabi. Jika wahyu diberikan kepada para Nabi, karamah kepada wali Allah maka intuisi adalah ilham yang diberikan kepada manusia awam.
Begitu besar kekuatan intuisi sehingga para ilmuwan dan praktisi di berbagai bidang berupaya untuk melatih dirinya sehingga  mempunyai kemampuan untuk manangkap intuisi. Terbukti intuisi dapat menyelesaikan masalah yang kelihatannya sangat sulit dipecahkan dalam berbagai jalinan sosial antar orang perorang. Dalam bidang bisnis intuisi sering dipakai untuk memberikan keyakinan pada diri sendiri dalam langkah langkah menjalankan bisnis.  Sehingga intuisi dapat memberikan keuntungan secara materi  yang berlipat lipat. Karena intuisi dapat menuntun langkah- langkah dalam meniti keberhasilan.
Bagaimana intuisi bekerja ?
Intuisi  merupakan mekanisme yang ada dalam tubuh kita yang bisa mengantarkan pada semangat,  hasrat dan kebahagiaan yang hakiki, karena intuisi dipandu oleh kekuatan murni dari jiwa . Karena itu jawaban oleh intuisi sering datang ke dalam pertanyaan- pertanyaan hidup lewat refleksi diri. Pada sebagian kecil orang  sejak lahir telah dikaruniai kepekaan untuk mengenal dan mendengarkan suara intuisi yang ada dalam dirinya, tetapi selebihnya adalah orang orang yang perlu belajar dan melatih dirinya untuk mengenal intuisi.
Doa  dan  meditasi adalah cara untuk mengurangi kecepatan dan kegiatan otak ,  agar kita mampu  mendengarkan suara hening dari dalam diri. Yang harus kita tahu bahwa aktivitas shalat merupakan bentuk ibadah yang mengandung unsur penyembahan, meditasi dan doa.  Jawaban jawaban intuisi  tidak selalu masuk begitu saja dalam pikiran dalam bentuk yang utuh pada saat berdoa atau meditasi. Mungkin kita menemukannya berkembang secara perlahan di dalam kesadaran kita selama beberapa hari atau beberapa minnggu setelah kita berdoa.
Seperti yang diuraikan oleh Lynn A Robinson, M.Ed dalam bukunya tentang bagimana cara menemukan intuisi dalam diri kita, maka intuisi lebih banyak diperoleh oleh orang yang dapat menciptakan self talk yang positif.  Jadi bagaimana seseorang bisa memotivasi dirinya sendiri melalui kata kata yang hangat penuh harapan. Bukan kecurigaan yang kelam tentang hari yang akan dilaluinya.  Ini berarti intuisi bisa bangkit jika kita bersikap baik sangka terhadap Tuhan. Bagimana Tuhan akan memberi sesuatu yang kita inginkan bila dalam hati kita tidak ada gambaran tentang berhasilnya keinginan tersebut? Inilah diantaranya unsur dalam doa, yakni berani memberi harapan atau menggambarkan keinginan yang kita minta dalam alam pikiran kita, baru Allah  akan mengabulkan. Jadi doa bukan sekedar ucapan yang berhenti di bibir, tetapi merupakan kesatuan hasrat, kemauan, pengharapan dan tujuan tujuan yang jelas tergambar dalam pikiran dan hati kita. Lynn A Robinson menulis bahwa kita sebaiknya memikirkan dan mendeskrepsikan dengan jelas seperti apa kehidupan yang kita inginkan nantinya. Kalau perlu buat gambar dan gunting gambar dari majalah yang melukiskan kehidupan yang ingin kita ciptakan. Cara  ini juga banyak dianjurkan  dan dipakai oleh para motivator dalam bidang apapun. Bisnis, pendidikan, spiritual ataupun politik. Kekuatan hati dan pikiran kita akan menuntun pada lukisan yang kita buat hingga harapan itu tercapai.
Sikap baik sangka akan hadir bila kita telah memahami bahwa Allah itu maha Pengasih. Artinya segala nikmat yang telah kita terima lahir dari sifat rahim Allah. Kerap kali kita menghitung kemalangan denganmesin hitung tetapi saat menghitung kenikmatan kita hanya menggunakan jari. Rasa syukur yang kita miliki menjadi bekal timbulnya harapan harapan yang baru. Ibarat benih, syaukur akan tumbuh menjadi pohon, dahan dan daun syukur atas nikmat nikmat yang datang berikutnya. Setelah pohon syukur bersemi semakin lempanglah jalan menuju keinginan dan terkabulnya doa doa kita. Riset menunjukkan bahwa orang orang yang paling berbahagia adalah orang yang bersyukur dan berterimakasih dengan semua yang mereka miliki. Apapun kondisi mereka. Jadi kita tak perlu menunda bersyukur hingga keinginan terpenuhi, tetapi nikmati proses pemberian dari Tuhan dengan rasa syukur setiap saat.
Sir Isaac Newton telah berulangkali memikirkan tentang kemungkinan adanya gaya dan massa benda  bumi, tetapi ia baru menemukannya ketika buah apel yang jatuh dari pohon menimpanya saat bersantai di kebun. Mengapa bukan pada saat ia memikirkan dan melakukan berbagai eksperimen ? itulah intuisi, ia datang justeru pada saat otak dalam kondisi tenang dan santai.  Ketika itu jalinan pemikiran yang telah dilakukannya sekian lama baru  membentuk satu kesimpulan ketika intuis menyentuh ranah kefahaman terhadap satu pengetahuan.  Tak terfikir sebelumnya ia akan menemukan ide itu , yang menjadi sumber pengetahuan bagi generasi selanjutnya selama bertahun tahun kemudian.  Penggagas minuman dalam kemasan yang sekarang bermerek Aqua adalah sosok yang dulu dianggap kurang kerjaan karena mengemas air putih dalam kemasan dan dijual pada banyak orang .  ”Siapa yang mau minum air putih dalam botol . Tak mungkin ada orang yang mau membelinya .”Itu pendapat sinis pada saat perintis  itu memulai usahanya. Setelah bertahun tahun akhirnya  air minum dalam kemasan itu menjadi bisnis yang besar dan banyak ditiru oleh pengusaha yang lain. Intuisi bekerja melampaui pemikiran logis ,  melewati jarak dan  waktu.

AGAR HUTANG TAK MENJERAT PNS



Hutang dan Pegawai Negeri Sipil  tidak dapat dipisahkan. Seperti api dan panasnya, seperti sungai dan alirannya, begitu canda seorang teman yang kadung kejerat hutang.  Di mana ada SK PNS maka sudah dapat dipastikan akan dititipkan di bank karena tak kerasan di rumah si pemilik.   Inilah kenyataan , karena  memang kurang memadainya  gaji PNS , sehingga harus ditutup dengan pinjaman agar semua kebutuhan tercukupi. Ditambah iming iming kemudahan berhutang yang ditawarkan oleh bank dan agen agen penjualan , maka berhutang kemudian menjadi gaya hidup seorang PNS.
Ada yang bilang hutang membuat  tidak tenang , tetapi ada juga yang sudah telanjur banyak berhutang sehingga ia menghibur dirinya dengan bilang bahwa tanpa hutang hidup tidak akan bersemangat. Tak ada yang buruk dari hutang karena Nabipun  pernah berhutang dan bahkan menjelang wafatnya  baju perangnya masih tergadai pada orang Yahudi. Yang menjadi masalah adalah jika hutang itu membebani dan membuat hidup tak lagi nyaman . Tanpa menyakiti orang atau berbuat kejahatan seseorang bisa saja membuat dirinya masuk “penjara” hidup dengan banyak menumpuk hutang sehingga kesulitan mengembalikan.  Malam tidak dapat tidur dan siang takut bertemu orang.
Maka agar tak terperosok dalam penjara, setiap PNS perlu mengetahui dan mempraktekkan manajemen keuangannya. Dimana tujuannya   sebenarnya sederhana saja, yakni   mengefektifkan pengeluaran seefisien mungkin sehingga penghasilan yang ada cukup untuk membuat hidup sejahtera dan terbebas dari jerat hutang.  Ada empat hal dalam mamajemen keuangan yang sebaiknya diperhatikan :
  1. Menginvestaris / membuat neraca pendapatan dan pengeluaran, 
  2. Pola  hidup yang tidak terbawa arus konsumtif
  3. Memberikan hak fakir miskin .  
  4. Melek terhadap investasi jangka panjang untuk menambah penghasilan.
Menginventarisir jumlah pendapatan dan pengeluaran berguna untuk melihat dengan jelas apa saja pos pos pengeluaran yang menjadi kebutuhan seorang PNS setiap bulan dan berapa sumber pendapatanya .  Dari pendapatan yang bersal dari gaji dan usaha sampingan lainnya lalu   dibandingkan dengan kolom pengeluaran , akan kita dapati gambaran kekuatan keuangan secara obyektif.
Selanjutnya ketika dana telah digunakan maka akan tampaklah kesehatan keuangan. Jika sebuah perusahaan punya ukuran  untuk menyatakan apakah perusahaan itu  sehat atau tidak maka demikian juga keuangan seorang PNS. Ukuran sederhana sehat tidaknya keuangan dapat dilihat dari prosentase  likuiditas ( kemampuan membayar hutang  jangka pendek) ,   solvabilitas  (kemampuan membayar hutang jangka panjang ) dan rentabilitas  ( kemampuan menabung dan melakukan investasi).
            Mengapa rencana anggaran rumah tangga   yang sudah tersususun  rapi di atas kertas sering tidak dapat dilaksanakan ? Jawabanya tentu saja  karena banyak kebutuhan yang tak terduga tiba tiba nongol. Inilah saatnya kesabaran kita diuji.   Jangan mainkan perasaan jika tak ingin jatuh dalam “pasak lebih besar daripada tiang”. Hanya rasio yang boleh kita gunakan saat berhubungan dengan pengeluaran anggaran.  Mana saja pengeluaran yang penting, kurang penting, tidak penting dan pengeluaran yang dapat ditunda. Yang terpenting, enyahkan perasaan dalam meneliti anggaran . Di sinilah sebenarnya ruh dari manajeman keuangan. Apakah kita bisa mengerem keinginan untuk tidak membeli baju baru , misalnya. Yang sebenarnya bisa kita tunda atau nekat membelinya demi gengsi dan terseret dalam hidup yang terlalu komsumtif. Tujuan dari penyusunan anggaran tak lain adalah untuk membantu kita dalam menyeimbangkan kondisi keuangan yang nyata dengan keinginan- keinginan yang lebih condong pada pemborosan.
Hampir setiap orang beranggapan bahwa gaji yang dibawa pulang boleh dibelanjakan sepenuhnya pada bulan itu juga, atau bahkan dalam detik  itu juga. Padahal sebenarnya rizki yang diterimanya itu,  di dalamnya ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi sehingga tercipta apa yang disebut efisien anggaran. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Yusuf tatkala mengetahui bahwa di negerinya akan terjadi paceklik selama tujuh tahun berturut turut. Dengan ketelitian dan kesabaran beliau menciptakan pola hidup hemat dan menyisihkan sebagian gandum hasil panen untuk disimpan sebagai tabungan bahan makanan. Sehingga ketika masa paceklik yang ditakutkan itu datang rakyat tidak kelaparan. Jadi dalam gaji hari ini, ada kewajiban pokok yang harus dibayar berupa hutang, kredit , zakat, infak atau shodaqoh rutin. Setelah itu barulah gaji dapat dibagi dalam pos pos kebutuhan makan, transportasi, perlindungan kesehatan dan cadangan. Jika kita berniat  untuk menabung  maka jangan ambil akir bulan. Hari itu juga ketika amplop gaji baru diterima ,  ambil sekalian untuk ditabung, karena seberapapun uang yang kita pegang niscaya tak kan  tersisa  nantinya.
Kendati mengutamakan   rasio dalam penggunaan uang bukan berarti kita menjadi  kikir. Kewajiban untuk mensucikan harta lewat zaat, infak atau shodaqoh harus kita masukkan dalam kewajiban rutin   yang segera akan dilaksanakan begitu gaji diterima.  Secara psikologis ini mendisiplinkan kita agar tak menunda- nunda zakat untuk segera diberikan pada golongan yang berhak menerima. Karena seringkali banyaknya uang dan penundaan membuat pemilik harta  merasa sayang  untuk mengeluarkan zakat. Inilah yang disebutkan dalam Al Quran sebagai , “orang yang suka menghitung hitung.”Sehingga  karena hitungannya  yang terlalu njelimet maka mereka tidak jadi mengeluarkan zakat.
Kesadaran akan kekuatan keuangan akan menggiring pada pemikiran untuk  melakukan usaha guna  menambah penghasilan. Sehingga ia mempunyai tujuan jangka panjang yang dicita citakan.  Tak masalah apakah ia akan menggunakan jasa bank ( dengan meminjam) untuk memaksa dirinya berinvestasi ataukah menyimpan tabungan itu dari sedikit demi sedikit setiap bulan dan memakainya jika telah tersedia dana yang dirasa cukup. Islam sangat menghargai orang yang membelanjakan hartanya secara efesien , diantaranya dengan menggunakannya untuk memajukan ekonomi dirinya sendiri, keluarga atau mungkin masyarakat sekitar. Dan jelas bahwa gaya hidup konsumtif yang hanya mementingkan kebutuhan sesaat sangat tidak disukai Islam karena termasuk bertindak mubadzir dan melamapaui batas .  Memang tidak mudah untuk memulai sebuah usaha guna  menarik rizki. Tetapi penerimaan  gaji PNS yang tetap memberi peluang yang baik untuk merencanakan dan mengatur wirausaha yang akan dijalankan. Minimal, ini  lebih mudah dibandingkan dengan pekerja yang berpendapatan tidak tetap setiap bulannya.
 (Artikel ini dimuat di majalah intern Depag)

Senin, 19 Desember 2011

SASTRA DI SEKOLAH




Apresiasi sastra di Indonesia rendah, begitu dikatakan Max lane dalam seminar yang bertema “Pramoedya di Asia Tenggara” selasa 19 mei 2009 di Yogyakarta ( KR,24 mei 09). Max Lane ,seorang Indonesianis asal Austaralia ini  menyayangkan bahwa di Indonesia karya- karya sastra dan  tulisan para tokoh seperti Sukarno, Syahrir dan lainnya tidak diajarkan di sekolah. Hanya diajarkan sebatas siapa penulisnya dan judul, tidak dibedah dan didiskusikan secara mendalam. Dengan tidak dimasukkannya sastra di sekolah  mengakibatkan rendahnya apresiasi dan pemahaman kebangsaan Indonesia di benak siswa sebagai generasi penerus bangsa.  Hal ini berimbas pada stabilitas nasional bangsa yang rapuh.  Karya Pramoedya Ananta Toer,  katanya,  merupakan salah satu contoh yang kurang mendapatkan apresiasi di negeri  sendiri. Meski namanya cukup menggema namun hanya satu prosen  masyarakat Indonesia yang pernah membaca karyanya. Padahal di negeri tetangga yakni  Singapura , Filipina dan Malaysia karya yang telah diterjemakan dalam bahasa Inggris tersebut begitu digemari dan laris terjual . Karya karyanya mulai dari Bumi manusia sampai Rumah kaca , memperlihatkan kebangkitan Indonesia. Pramoedya  merupakan sejarawan yang paling radikal serta pelopor pembaharuan yang menganalisa sejarah Indonesia.
Mencermati apa yang dikatakan oleh Max tersebut   bagi penulis yang ikut berkecimpung dalam  dunia pendidikan , lantas timbul suatu pemikiran bahwa pengajaran sastra memang perlu diberikan dengan porsi yang lebih banyak  di sekolah dan  madrasah . Bukan sekedar diselipkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia seperti pada kurikulum  yang tengah kita laksanakan sekarang .  Ini karena  begitu jauh daya jangkau dunia sastra sehingga stabilitas suatu negarapun masih berkaitan erat   sastra .   Ungkapan kejujuran  dari seorang yang bukan warga asli Indonesia ini  membuat kita prihatin , menyaksikan  bangsa kita   kurang menghargai karya putra  bangsa sendiri,  padahal  jelas karya itu adalah karya yang begitu berbobot   terbukti di negara yang lebih “melek sastra ”  menjadi sesuatu yang bermakna, menjadi guru sekaligus referensi yang mahal.
Bagaimana siswa kita bisa berapresiasi terhadap karya sastra jika mengenal sastra saja hanya kulitnya ? Apalagi untuk mencintai , itu sungguh sulit dicapai jika tidak ada perhatian dari para pendidik dan pembuat kebijakan di bidang pendidikan.   Sastra menjadi barang  yang antik dan  tak banyak yang menyentuhnya mungkin karena orang memandang sastra adalah ranah  yang sulit dipahami karena  penuh dengan kaidah kaidah penulisan yang rumit. Atau juga sistem yang tidak mendukung anak- anak bangsa bersentuhan dengan sastra, misal orde baru yang dulu memang  ketat menyeleksi berbagai  buah pemikiran  yang berkaitan dengan perubahan sosial.  Indonesia adalah satu satunya negara yang tidak memasukan pengajaran sastra dalam kurikulum pengajaran di sekolah, ini jelas merupakan tembok penghalang dunia sastra dengan generasi penerus bangsa.
Dalam literasi budaya di negara kita sastra hanya dijadikan pajangan untuk  hiasan , kurang dipercaya untuk menjadi salah satu unsur pembangunan bangsa melalui pengembangan kepribadian .  Padahal sastra sangat potensial untuk menjadi warna dan penggerak kehidupan bangsa menuju kepada kemajuan.  Dalam berinteraksi  dengan sesamanya  maupun dengan  alam sekitar,  manusia akan menemukan nilai- nilai yang bisa digunakan untuk meraih kehidupan yang lebih baik, kristal dari nilai nilai itu terkumpul dalam  sastra. Jadi sastra adalah keluaran konstruksi budaya yang sudah dan sedang terjadi di masyarakat. Sebuah produk yang subyektif yang merefleksikan kondisi yang ada. Karena sastra adalah manifestasi dari keberadaan budaya masyarakat itu sendiri .Dimana ada manusia di situ pula sastra tumbuh. Memisahkna sastra dengan manusia berarti memisahkan manusia dari kebutuhan jiwanya.
 Sastra tentu saja sarat dengan estetika dan keindahan karena dunia sastra adalah dunia imajinasi yang bersentuhan dengan kelembutan jiwa.  Bicara dengan menggunakan  bahasa sastra berarti mengajak pembaca atau penikmat sastra untuk bicara melalui hati . Masuk dalam “dialog “ sastra ibarat mengajak seorang sahabat untuk memasuki sebuah taman yang penuh dengan bunga bermekaran.  Diiringi angin yang bertiup sepoi , cericit manja burung burung dan gemerisik jernih air yang mengalir , kita ajak sahabat duduk di bangku taman . Lalu bercerita tentang kesedihan yang menindih hatinya, kadang  suka cita yang membuat hidupnya bagai nyanyian merdu, atau  kegelisaan karena rindu pada kesejukan kasih Ilahi ,  bahkan tentang harga- harga kebutuhan pokok   yang terus mencekik leher  bisa di”curhat’kan di bangku taman. Sastra menciptakan ruang tersendiri sehingga antara penikmat  dan  pembuat karya  dipertemukan dalam suasana yang santai , tanpa terkesan  menggurui  tapi pembuat karya  bisa mempengaruhi pembaca. Tanpa merasa belajar tapi sesungguhnya pembaca telah menerima makna . 
Sastra adalah refleksi jiwa  setiap pembuatnya . Juga jawaban dari  pertanyaan pertanyaan yang diajukan imajinasinya . Dengan membaca  sastra  terbukalah ruang batin yang sedang dirasakan dan  ditawarkan  oleh penulisnya. Semangat Chairil Anwar untuk tetap menatap dunia  tergambar dalam “…aku ingin hidup seribu tahun lagi .” Suatu nutrisi batin  yang bisa dijadikan penguat dikala mental siswa jaman sekarang sedang   melempem.  Impian penyair besar itu memang terwujud,  terbukti karya- karyanya hidup sampai kini, menggema di setiap penikmat puisi- puisinya , mengalirkan darah perjuangan di nadi nadi kehidupan . Ruang imajinasi ini bagi anak- anak adalah sebentuk impian tentang dirinya.   Setiap anak yang hidup di rumah  mewah sampai di gubuk reot  mempunyai impian  meski mungkin impian itu sangat sederhana.  Betapa bahagia mereka  bila impian dan angan angan mereka kita berikan ruang untuk mendeskrepsikannya  dalam bentuk karya sastra. Namun bila tidak diarahkan imajinasi mereka bisa saja liar  menabrak norma atau tersumbat  di dalam   jiwanya.
 Puisi- puisi yang bersemangat kebangssaan dapat menimbulkan gairah nasionalisme pada siswa , terutama bagi anak-anak  usia madrasah ibtidaiyah dimana keceriaan mewarnai tiap langkahnya.   Cinta tanah air bisa disegarkan lagi dengan cara  membawa para siswa  terbang ke tahun dicetuskannya sumpah pemuda dimana pada saat  itu  atmosfer bumi Indonesia penuh dengan kobaran semangat kemerdekaan dan persatuan. Lihatlah semangat kebangsaan yang digaungkan Muh Yamin, bapak yang aktif dalam pergerakan nasional,  ahli sejarah , budayawan dan tokoh Sumpah Pemuda  dalam puisinya .
Lihatlah kelapa melambai lambai
Berdesir bunyinya sesayup sampai
Tumbuh di pantai bercerai berai
Mendengar daratan aman kelihatan
Dengarlah ombak datang berlagu
Mengajari ayah dan ibu
Indonesia namanya, tanah airku.
Tanahku berderai seberang menyeberang
Mengapung di air malam dan siang
Sebagai telaga dihiasi kembang
Sejak malam di hari kelam
Sampai purnama terang benderang
Di sanalah bangsaku gerangan menumpang
Selama berteduh di dalam nan lapang

Tanah darah nusa-india
Dalam hatiku selalu mulia
Dijunjung tinggi di atas kepala
Semenjak diri lahir ke bumi
Sampai  bercerai badan dan naywa
Karena kita sedarah-sebangsa
Bertanah air Indonesia
Menengok peran sastra di dalam sejarah, kita   dapati bahwa  sastra erat kaitannya dengan perjuangan  Islam di tanah Arab.  Surat surat yang dikirimkan kepada raja- raja untuk bekerjasama atau mengajak pada jalan Islam ditulis dengan syair  yang indah . Ini tentu saja berpengaruh pada psikologis sehingga sentuhan keindahan yang sesuai dengan ajaran Al Quran perlahan menjadi oase dan daya tarik bagi para penguasa yang garang  pada saat itu.   Syair yang dahulu banyak digunakan untuk memuja kelebihan suku mereka sendiri dan para berhala ,  di tangan umat Islam dimuliakan  fungsinya menjadi alat untuk berdakwah. Bahkan dalam perang salib kemenangan umat Islam diantaranya karena dukungan syair syair yang membakar semangat jihad.  Setelah  Nabi wafat pada peringatan kelahiran dibuatlah syair melalui  lomba yang kemudian  lahirlah  kitab Al barzanji yang sampai sekarang sering kita baca. Di dalamnya berisi sanjungan terhadap kemuliaan aklaq nabi ,  sejarah perjuangan serta riwayat singkat kelahiran beliau  yang dituangkan dalam  syair Arab . Di  sekitar Jawa dan Malaka sastra yang berkembang pada abad 17 menurut isinya dibedakan dalam beberapa jenis, antara lain hikayat,  suluk, babad dan syair . Hikayat dapat kita lihat pada karya Rawaun, Amir hamzah dan Si Miskin dan Hang Tuah. Sedang suluk yang merupakan kitab yang membahas tasawuf misalnya Malang Sumirang dan wujil. Babad misalnya  Sejarah Melayu dan Tanah Jawi serta Si Burung Pingai karya Hamzah Fansuri adalah  contoh syair.
Untuk memberikan pengajaran sastra yang baik di madrasah tentu diperlukan kondisi yang memungkinkan berkembangnya pelajaran sastra pada siswa. Antara lain kurikulum yang mendukung,   pendidik  profesional  yang mempunyai kecintaan terhadap sastra dan metode pengajaran yang membangkitkan minat anak terhadap sastra. Selain itu fasilitas yang berupa buku- buku sastra hendaknya disediakan karena bagaimanapun tingginya teori sastra bila tidak diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan dengan terarah maka tidak akan berguna. Buku  karya sastra adalah kiblat yang bisa memberikan gambaran riil sebuah karya , sebagai bahan referensi dan juga latihan berapresiasi dalam pembelajaran.   Menurut referensi di Jepang sastra telah diberikan sejak tingkatan sekolah dasar . Tiap- tiap anak diberikan buku kusus yang digunakan untuk mengarang, dimana anak bebas berkreasi dan menuangkan idenya pada buku tersebut. Hasilnya setelah usia sepuluh tahun mereka sudah bisa membuat komik sederhana. Wajar jika kemudian komik Jepang mendapat penggemar dari berbagai penjuru negara.  Di Amerika buku buku sastra dibedah secara langsung kepada siswa yang usianya sesuai untuk pemahaman karya tersebut, sehingga mengapresiasikan karya sastra bagi anak setingkat  sekolah menengah  menjadi tugas yang relatif mudah untuk diselesaikan . Sedang di Indonesia,  kurikulum yang memberi kesempatan cukup  untuk hidupnya sastra di sekolah saja belum dibuat. Semoga menjadi perhatian para pembuat  kebijakan di bidang pendidikan













Rabu, 14 Desember 2011

AGAR MAPEL PAI TIDAK KERING



Dengan adanya rencana  pemerintah  bahwa mulai  tahun 2010 Pendidikan Agama Islam  dimasukan dalam mapel yang di UN-kan seperti yang diberitakan Rindang pada edisi April 2009 lalu,  maka  ada satu tantangan yang cukup menggairahkan bagi para guru Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan profesionalitas dalam  proses pembelajaran  . Minimal mengupayakan agar pelajaran PAI , dalam bahasan ini Fiqih , bisa memotivasi anak untuk giat mengkaji materi- materi yang termuat di dalamnya dan tergerak untuk tekun menjalankan ibadah sesuai dengan aturan  yang benar. 
 
Selama ini penguasaan materi  beserta   teknis pelaksanaan  syariat ( shalat, puasa ,zakat ,haji dan lainnya )  menjadi indikator pencapaian  pembelajaran Fiqih. Dan ini memang  sangat perlu bahkan wajib dikuasai guru dan dipahami murid. Saking seriusnya kadang Fiqih  tampil sebagai mapel yang kering dan kaku karena hanya bersentuhan dengan dalil, hafalan dan praktek saja. Padahal   jika pembelajaran   Fiqih terkesan kering  akan membuat   siswa mudah bosan .  Akibatnya  akan lebih buruk lagi kalau perlahan siswa siswa madrasah   menjauh dari Fiqih,  padahal dasar dasar ilmu syariat  ini merupakan   pintu pertama yang harus dilalui oleh seorang muslim agar  bisa mengamalkan ajaran agama  dengan benar  dan sungguh sungguh.  Maka upaya guru    untuk membuat    Fiqih  tampil sebagai mata pelajaran yang  menarik   perlu dilakukan .

Bila kita memandang  peta wilayah  Fiqih secara lebih luas maka akan kita dapati area  yang merupakan wilayah pinggiran yang biasanya kurang terjamah, tetapi justeru  sangat penting untuk dikaji  dan dijadikan alat motivasi  pembelajaran dan pelaksanaan syariat. Wilayah ini berpenghuni hal- hal yang berkaitan dengan  manfaat pelaksanaan ibadah , makna filosofis,  hikmah ibadah dan rahasia alam  yang bertautan dengan Fiqih. Sebagai contoh kita mengambil  bahasan  tentang shalat. Mungkin anak rajin menjalankan shalat lima waktu karena memang dari dahulu nenek moyang  dan lingkungan sekitar melaksanakannya.   Tidak terfikir , apa manfaatnya baginya  dan “alasan” ilmiah kenapa Allah merintahkan manusia untuk shalat. Anak hanya sekedar rubuh- rubuh gedhang sehingga jangan heran manakala dia berpindah ke  lingkungan yang tidak kenal shalat kemungkinan besar  iapun meninggalkannya  dengan enteng saja.  Seperti tak ada beban , tak ada perbedaan antara menjalankan atau tidak.  Tak ada makna yang ia peroleh  dari ritual ibadah  yang selama bertahun tahun dilakukan  itu.  Bagai melihat buah durian kita sekedar tahu bahwa durian  itu berduri maka kita harus hati hati bila memegangnya  tapi   tidak beruasaha mencicipi  rasa lezat buah dibalik kulitnya.   Tentu saja durian tidak memberikan kepuasan ( ekstase ) yang membuat kita ketagihan untuk selalu memburunya jika lezatnya   tidak pernah singgah  di lidah.  Justeru duri duri shalat yang menuntut kedisiplinan akan ketepatan  jadwal waktu shalat akan terasa membebani , dan terkesan menjadi semacam perintah yang dogmatis belaka. Itu karena  ibadah  yang dijalankan hanya menyentuh kulit , tidak sampai buahnya. Memang shalat adalah sesuatu yang sakral sehingga pelaksanaannyapun harus sesuai dengan rukun, syarat dan seperti   yang dicontohkan nabi Muhammad saw,  tak boleh lebih atau kurang. Tetapi sebagai makluk yang  diajarkan untuk selalu menggunakan akal seperti yang banyak diisiratkan  dalam  ayat Al Quran, “ apakah kamu tidak berfikir, apakah kamu tidak mendengar, apakah kamu tidak melihat ” dan sebagainya maka  kita perlu membuka cakrawala berfikir yang lebih luas.  Salah satunya dengan menggali makna filosofi maupun manfaatnya secara langsung bagi kesejahteraan dan  kesehatan manusia.   Berupaya  memberikan kontribusi  kepada akal agar keyakinan yang telah tertanam di hati semakin kuat.  Sehingga terjalin sinergi  antara hati dan akal 
Di sisi lain, karena  Allah itu Maha Cerdas maka  segala sesuatu yang disyariatkan  kepada hambaNya tentu merupakan sebuah pusaran  ilmu pengetahuan yang    rumit, dimana kadang hanya dengan melihat  kita tidak tahu makna yang tersirat di dalamnya. Singkatnya  shalat bukanlah peristiwa yang begitu saja diturunkan  tanpa alasan yang memadai bagi kesejahteraan manusia. 
Dari jadwal waktu shalat saja para ilmuan telah menemukan kesimpulan bahwa ada keterkaitan yang erat antara “jam jam tubuh “ manusia dengan jadwal shalat lima waktu. Pada saat tubuh  mengalami kondisi terlemah  baik karena pengaruh alam maupun faktor internal,  maka pada saat itu manusia diberi kesempatan untuk memulihkan energinya dengan menghadap zat yang berenergi paling kuat yakni Allah. Ditemukan bahwa setiap 5-6 jam Hb dalam darah kita mengalami penurunan dan baru normal kembali setelah beberaa saat lamanya, ini sama  dengan interval jadwal shalat dari  subuh, dhuhur, asar, magrib  isya dan subuh. Pagi hari setelah beristirahat semalam kadar gula darah dan organ tubuh perlu persiapan  untuk diajak beraktifitas, maka shalat subuh sebagai pemanasan.  Kelelahan yang mendera   tubuh  berada di puncaknya  pada saat adzan dhuhur menggema. Menjelang sore atau malam hari terjadi perubahan gelombang elektris pada sistem jagad raya ( macro cosmis ) sehingga mempengaruhi tubuh manusia. Saat itulah kita diperintahkan untuk merebahkan kepala di sajadah pada saat shalat  asar dan magrib.  Ketika matahari tenggelam di ufuk barat segala yang tergelar di muka bumi  termasuk hewan, tanaman , semua benda tak hidup bahkan anginpun  tunduk dalam dzikir dan tasbih kepada penciptaNya.

  Ada gelombang tenaga yang mengalirkan hawa  ketenangan bila kita mau menikmati saat magrib datang  dan ini berlangsung sampai terdengar adzan isya.   Pengakuan atau evaluasi diri terhadap semua kesalahan yang tanpa sadar atau dengan sadar kita lakukan pada siang harinya dapat ditumpahkan saat shalat isya. Istigfar ini berefek terapis bagi kesehatan jiwa  dan  ketika berangkat tidur dada sudah lepas dari segala beban.  

 Alunan adzan yang sambung menyambung  setiap detik di berbagai belahan dunia sepanjang siang dan malam  karena bumi  berputar pada porosnya  dapat kita jadikan pembelajaran yang rekreatif . Ketika Fajar menyingsing di, bagian timur Sulawesi   sekitar pukul 05.30 WITA adzan subuh berkumandang. Proses ini berlangsung terus secara bergantian merambat sampai di bagian barat Indonesia. Ketika berakir ,segera adzan di Malaysia menyusul . Kemudian Burma sekitar satu jam setelah Jakarta mengumandangkan adzan subuh , berlanjut ke Dakka ibu kota Bagladesh.  Lalu merambah ke bagian barat India , dari Calcuta sampai Srinagar dan terus mengalun , menyusup Jantung kota Bombay. Bersamaan itu di Pakistan juga diserukan suara azdan karena mempunyai persamaan waktu dengan Srinagar . Sebelum  selesai maka azdan sudah  menghangatkan   udara    Afganistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara  Muscat dan Bagdad sekitar satu jam . Adzan berkumandang di Hijaaz al muqadas , dimana terdapat dua buah kota suci Mekkah dan Madinah, lalu ke Yaman, Uni Emirat arab, Kuwait dan Irak. Selisih waktu antara Bagdad dan Alexandria di Mesir adalah satu setengah jam. Kemudian  berlanjut ke angkasa Siria, Mesir, Somalia dan Sudan. Perbedaan waktu antara Barat Turki dan Timur Turki satu jam dan selama itu udara terus bergema   suara panggilan shalat. Barawal dari Libia panggilan untuk menggapai kemenangan ini menjadi penyejuk udara  seluruh Afrika hingga akirnya mencapai pantai timur  Samudra Atlantik , yang memakan waktu 9 jam. Sebelum menyentuh laut Atlaktik di Indonesia bagian timur telah memperdengarkan adzan dhuhur. Alangkah indahnya atmosfer bumi kita yang selau tergetar dengan lantunan keagungan  asma Allah setiap saat  (Mutiara Amaly, volume 59) .    





















MERAJUT KEBERSAMAAN DI SEKOLAH



Tersiarnya  kasus penghinaan  anak Sekolah Dasar di Sukabumi oleh teman- temanya yang mengakibatkan dia mengakiri hidupnya sendiri mengusik hati penulis untuk bertanya, apakah ini merupakan indikator adanya   hubungan sosial yang tidak sehat di sekolah sekolah?  Terkait penyebabnya adalah rasa sakit hati  (hanya) karena potongan rambutnya yang sering dijadikan bahan tertawaan teman temanya.
Kita  tahu bahwa  salah satu fungsi lingkungan sosial adalah melindungi anggotanya  dari berbagai ancaman fisik dan psikologis . Begitu juga sekolah , diharapkan  bisa memberikan ruang sosial yang nyaman  bagi tumbuhnya mental anak.  Dengan bergabung dalam kelompok sosial berarti seseorang dapat merasa aman dari kekerasan yang mugkin datang dari luar maupun dari dalam kelompok sosial itu sendiri. Karena itu dalam pranata sosial dijalankan aturan  atau   norma untuk menjaga kelangsungan dan keteraturan peraulan di dalamnya.  Sehingga berkembang budaya tenggang rasa,  kerukunan,  gotong royong juga sikap sikap lainnya yang membuat seseorang warga merasa terlindungi dan krasan di dalamya. Begitu juga dalam lingkungan sekolah, dimana anak adalah bagian dari komumitas sosial sekolah yang terdiri dari teman , karyawan , guru dan  juga masyarakat sekitar.
Pada saat anak memasuki dunia keadaan mentalnya masih labil, sehingga sedikit saja gangguan yang datang akan besar pengaruhnya .  Apalagi jika mengusik  harga dirinya  , misanya berupa ejekan . Menertawakan gaya rambut atau tingkah laku seseorang  melalui   perkataan  yang  kasar merupakan tindak kekerasan  yang menyakitkan hati ( emosional bullying) dan kekerasan ucapan (verbal bullying).   Disamping itu ada berbagai kekerasan yang lain seperti  kekerasan pada organ seks (sexual bullying), perendahan ras atau keturunan ( racits bullying)  dan kekerasan pada  tubuh  (psysical bullying). Biasanya anak yang menjadi korban mempunyai postur tubuh , penampilan atau tingkah laku yang tampak berbeda dengan teman-temanya. Contohnya potongan rambut saja bisa membuat bahan ejekan seperti yang terjadi pada kasus di atas. Disaat dilecehkan korban akan kehilangan harga dirinya yang sangat ia banggakan bahkan harga diri adalah penanda bahwa ia hadir sebagai individu yang diakui keberaannya sebagai anggota kelompok sosial. Ini bukan masalah yang sederhana mengingat rasa kehilangan ini bisa menyeret pada depresi yang berkepanjangan , apalagi bagi anak yang jiwanya masih labil karena proses pencarian jati diri yang belum ditemukan. Kesakitan hati  bisa terkompensasi dengan menyakiti orang lain ( dendam) atau kebencian pada diri sendiri yang berujung bunuh diri. Yang punya kekuatan untuk bertahan ia akan menyakiti orang lain terutama  orang yang lebih lemah atau yang bisa dikuasainya. Juga  biasanya pelaku kekerasan adalah anak yang sering mendapatkan perlakuan kasar, misal pertengkaran di keluarga, lingkungan yang terbiasa mengguakan jalan kekerasan untuk menyelesaikan masalah atau bahkan anak yang (hanya)  menonton adegan kekerasan di televisi . Pengalaman ini akan mengendap dalam pikiranya dan membentuk pola pikir bahwa kekerasan adalah hal yang wajar dan jalan pemecahan masalah dalam pergaulan dengan siapapun. Jadi kekerasan yang dilakukan pada korban akan menyebabkan terbentuknya mata rantai kekerasan yang lain. Yang kuat  menekan  yang lemah , si kaya meghina si miskin ,penguasa menindas si jelata , bagai hukum saja. 
Jangankan pada anak – anak, di dunia orang dewasapun pelecehan harga diri bisa mengakibatkan pembunuhan.  Menurut sumber pemberitaan  di Amerika dalam waktu lima tahun belakangan ini banyak ditemukan kasus pembunuhan  oleh pemuda pemuda  terhadap teman- teman yang telah lama bergaul dengan mereka.   Setelah dicermati ternyata diakibatkan oleh penghinaan yang dilakukan teman – temanya selama ini, salah satunya ( hanya)  karena pengucapan bahasa Inggrisnya buruk.  Penghinaan  sesekali atau dua kali mugkin tidak terlalu membekas di hati  tetapi parahnya  hal ini dilakukan selama bertahun tahun. Sehingga luka yang menggores demikian dalam hingga timbulah dendam yang berakir denga tindak krminal tersebut.  Ini   bila pelaku mempunyai kekuasaan atau kemampuan untuk melampiaskan dendamnya bila tidak  maka kompensasinya berupa ketidakberdyaan yang berakir  bunuh diri seperti kasus di atas. Sementara pada tahun 2004 tercatat 86% siswa sekolah dasar dan 42 % sekolah lanjutan mnegalami kekerasan oleh teman atau kakak kelasnya. Di Indonesia yang baru terungkap secara gamblang pada kalangan pergurungan tinggi dalam proses pengenalan  orientasi kampus . Untuk jenjang SD dan SLTP belum ada penelitian  yang akurat walau kasus sudah bermunculan di berbagai media massa.    
Sekolah  sebagai salah satu ruang sosial bagi tumbuh kembangnya anak- anak punya  peran yang cukup strategis untuk mengarahkan anak anak kembali pada budaya yang mencegah atau  meminimalkan terjadinya tindak  kekerasan, kususnya  verbal bullyig dan emosional bullying . Muatan pembelajaran moral  terdapat pada mata  pelajaran  agama dan pembentukan kepribadian, yakni PKN. Walau begitu  pada setiap mata pelajaran bisa dimasukan unsur  pendidikan moral atau akhlaq  untuk    membentuk  sikap mental yang positif pada oranga lain. Misalnya    dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial  diarahkan untuk tercapainya  kemandiraian siswa dalam menghadapi jaman yang terus melaju dalam perubahan. Memberikan arahan   kepada siswa agar dapat membina  hubungan sosial   yang sehat  dengan teman, orang tua, guru dan juga masyarakat sekitarnya. Sementara pelajaran agama memuat nilai yang membekali siswa agar memiliki kekebalan menghadapi berbagai pengaruh yang mengepung  di sekitarnya.  Selain nilai nilai yang terkandung dalam pembelajaran agama, dalam budaya jawa sebagai kearifan lokal terdapat  banyak ajaran yang bisa dipungut lagi. Misalnya dalam dunia pewayangan , pada saat dewa Ruci memberikan wejangan kepada Bima dalam rangka mencari ilmu lahirlah ajaran berbudi dan setya legawa. Keduanya  merupakan syarat  utama yang harus dimiliki oleh  seorang murid yang sedang menacari ilmu disamping syarat yang lain.  Berbudi artinya seseorang  hendaknya  berbuat baik kepada  kepada sesama karena keberhasilan kita sebenarnya tergantung dari dukungan orang- orang di sekitar.  Dukungan dan hubungan yang baik dengan orang lain merupakan tangga yang akan mengantar pada tujuan yang kita cita- citakan. Begitu juga cita cita orang lain memerlukan dorongan dari kita, sehingga antar anggota masyarakat bagaikan satu tubuh yang saling bergantung . Bila kita tidak mempedulikan orang lain maka dengan sendirinya jalan menuju keberhasilan akan terhambat. Inilah ruh dari hubungan sosial yang sebenarnya. Yang di dalam Islam dikenal dengan prinsip berjamaah. Sikap mental berbudi pada orang lain bisa terwujud jika dibarengi dengahn sikap setya legawa, maksudnya hati bersih dari prasangka terhadap pihak lain. Menerima dengan iklas anugerah yang diberikan Tuhan pada kita dengan tetap melangkah ke arah perbaikan nasib  dan terhadap milik orang lain tidak punya pamrih. Tidak mudah menjatuhkan kecurigaan pada orang lain, menghormati perbedaan dan berdada lapang menerima pandangan yang berseberangan.
Dalam proses pembelajaran  dapat diciptakan iklim yang memungkinkan terjadinya interaksi intens antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa dan siswa dengan lingkungan sekitar. Model pembelajaran yang memungkinkan terjalinya   kerukunan adalah inquiry dan discovery. Di sini siswa dilatih utuk memecahkan masalah bersama sama sehingga tercipta suasana saling menghormati pendapat orang lain, belajar mencaci jalan keluar bila ada konflik, dan memupuk persaudaraan . Melalui hubungan yang terus terjalin diharapkan terkikisnya egoisitas secara perlahan pada masing-masing siswa, seiring  tumbuh suburnya  rasa empati , ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Pada tahap ini barulah kita bisa menikmati indahnya kebersamaan, manisnya toleransi dan  betapa hangatnya ruang sosial yang kita huni. Bukankah sebenarnya sejak lahir manusia sudah merupakan makluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri tetapi merupakan mata rantai dari kehidupan di jagad raya ini ? Tuhan telah mengajari melalui sistem penjagaan yang terus-menerus oleh malaikat sejak dalam kandungan hingga sekarang. Tak terhitung jumlah komunitas malaikat yang ditugaskan untuk menjaga kelangsungan hidup seseorang dari kandungan hingga alam akherat.  Allah mengajarkan dengan memperlihatkan suatu jaringan kerja yang indah dan rapi dari tentara- tentaranya itu , padahal sebenranya Allah jelas mampu tanpa bantuan malaikat  . Melalui jaringan bermilyar -milyar sel dalam tubuh manusia ,terdapat pelajaran bahwa kebersamaan itu hal yang mutlak diperlukan untuk terciptanya bangunan tubuh yang sehat. Kebahagiaan ketika terpuasnya ego pribadi seseorang hanyalah kebahagiaan yang semu karena begitu kepuasan itu tercapai maka tanpa hadirnya pihak lain hanya kesepian dan kehampaan yang didapat . Keberadaan si kaya akan berarti bila ada si miskin yang masih mau disedekahi. Sang guru merasa terhormat dan termotivasi jika siswa siswa siap mendukung proses pembelajaran . Siswapun merasa bersemangat jika guru memperhatikan perkembangan belajarnya. Jadi tugas kita adalah memungut kembali nilai nilai kebersamaan yang rupanya mulai tersisihkan agar kehangatan ruang sosial dapat kita rasakan dan tak ada lagi yang menjadi korban.